BERITA Rabu, 23 September 2026 | 00:43 WIB
3 min read

6 Penyebab Anak Susah Fokus Belajar & Cara Mengatasinya

685 views
45 likes
21 shares

Admin Algebra IIBS

Redaksi

Bagikan:
6 Penyebab Anak Susah Fokus Belajar & Cara Mengatasinya - Foto 1
6 Penyebab Anak Susah Fokus Belajar & Cara Mengatasinya
Anak bisa fokus bermain atau menonton cukup lama, tetapi baru 15 menit belajar sudah berdiri, mengambil minum, mengeluh bosan atau main gadget. Apakah berarti anak memang tidak bisa fokus? Belum tentu.

Susah fokus belajar pada anak tidak selalu berarti malas atau kurang pintar. Sebelum meminta anak belajar lebih lama, Ayah/Bunda perlu melihat apa yang sebenarnya membuat perhatiannya mudah teralihkan.

Susah Fokus Belajar, Apa Penyebabnya?

Penyebab anak susah fokus bisa berbeda-beda. Beberapa hal yang paling perlu diperhatikan adalah:

1. Kondisi fisik belum mendukung

Kurang tidur, lapar, kelelahan, atau kondisi tubuh yang kurang fit dapat membuat anak lebih sulit mempertahankan perhatian. Karena itu, jangan langsung menilai kemampuan belajar anak hanya dari satu sesi belajar yang dilakukan ketika ia sudah lelah.

2. Materi terlalu sulit atau justru terlalu mudah

Anak yang terus berhadapan dengan materi yang belum dipahaminya dapat cepat menyerah. Sebaliknya, tugas yang terlalu mudah juga bisa membuatnya bosan dan kehilangan minat. Jadi, masalahnya kadang bukan anak tidak mau fokus, melainkan tingkat tantangannya kurang sesuai.

3. Cara belajar kurang sesuai

Belajar tidak selalu harus berarti duduk membaca buku dalam waktu lama. Ada anak yang lebih mudah memahami materi melalui latihan soal, diskusi, praktik, atau penjelasan bertahap.

4. Terlalu banyak distraksi

Gadget, televisi, suara di sekitar, atau kebiasaan berpindah-pindah aktivitas dapat membuat anak semakin sulit mempertahankan perhatian.

5. Ada beban emosional

Masalah dengan teman, tekanan akademik, kecemasan, atau perubahan dalam kehidupan sehari-hari juga dapat memengaruhi konsentrasi. Jika anak yang sebelumnya cukup fokus tiba-tiba sulit berkonsentrasi, perubahan tersebut layak diperhatikan.

6. Kebiasaan fokus belum terbentuk

Kemampuan mempertahankan perhatian juga berkembang melalui kebiasaan. Anak mungkin membutuhkan target belajar yang lebih kecil, rutinitas yang konsisten, dan pendampingan sebelum mampu belajar secara mandiri.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Susah Fokus Belajar?
Daripada langsung menambah durasi belajar, mulai dengan mencari polanya. Apakah anak hanya sulit fokus saat belajar, atau hampir pada semua aktivitas? Jika masalahnya terutama muncul saat belajar, coba pecah tugas menjadi bagian yang lebih kecil, singkirkan distraksi, sesuaikan tingkat kesulitan materi, dan gunakan metode yang membuat anak lebih aktif memahami.

Tujuannya bukan membuat anak duduk selama mungkin di depan buku, tetapi membuat waktu belajarnya benar-benar menghasilkan pemahaman. Kalau kesulitan fokus terjadi terus-menerus di berbagai situasi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, Ayah/Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional. Hindari langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami gangguan tertentu hanya berdasarkan perilaku sulit fokus.

Lingkungan Belajar Sangat Berpengaruh

Ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kemampuan fokus tidak hanya dibentuk di meja belajar. Rutinitas, lingkungan pergaulan, pola kegiatan, pendampingan, dan kesempatan untuk belajar mandiri juga ikut membentuk kebiasaan anak.

Inilah salah satu hal yang dapat dipertimbangkan Ayah/Bunda ketika memilih lingkungan pendidikan. Di Algebra International Islamic Boarding School, kegiatan pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memadukan Al-Qur’an dan Islamic Studies dengan Science, IT, Bahasa Inggris, literasi, Muhadhoroh, dan Motivation Class.

Lingkungan yang terstruktur seperti ini dapat menjadi bagian dari proses anak membangun kemandirian, kebiasaan belajar, dan karakter, bukan sekadar mengejar nilai.

Jadi, ketika anak susah fokus belajar, pertanyaannya tidak selalu harus “Bagaimana membuat anak lebih lama belajar?”. Bisa jadi pertanyaan yang lebih penting adalah “Apa yang membuatnya sulit fokus, dan lingkungan seperti apa yang bisa membantunya berkembang?”.

Apabila Ayah/Bunda sedang mencari lingkungan SMA yang mengembangkan akademik sekaligus kemandirian dan nilai Islam, Algebra IIBS dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.