Fase remaja adalah fase transisi sebelum seorang anak menjadi dewasa. Seringkali, fase ini terasa sangat menantang tidak hanya bagi orang tua tetapi juga bagi anak. Di fase ini, sifat dan sikap anak terasa mulai berubah. Sayangnya, orang tua seringkali tidak sadar kapan fase ini dimulai.
Awalnya, anak yang dahulu selalu menceritakan kesehariannya tiba-tiba mulai lebih tertutup. Anak yang dahulu mudah diajak jalan keluar, sekarang mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Atau anak yang dulu jika diberi nasihat langsung mengiyakan, sekarang mulai terasa lebih cuek.
Hal ini sangat wajar terjadi Karena masa remaja adalah fase ketika anak mulai mencari identitas dirinya. Anak sedang belajar memahami siapa dirinya dan bagaimana ia ingin menjalani hidupnya.
Oleh karena itu, mendidik anak remaja tidak cukup memedulikan pendidikannya di sekolah. Sebagai orang tua, penting untuk membimbing anak agar memiliki karakter, kebiasaan hidup yang baik, dan iman yang kuat untuk pegangan hidupnya.
Berikut beberapa tips mendidik anak yang mulai beranjak remaja yang bisa diikuti oleh para orang tua :
1. Mulai bangun kepercayaan dibanding mengontrol terus menerus
Saat memasuki usia remaja, anak mulai ingin didengar dan dipercaya. Terlalu banyak aturan justru bisa membuat mereka merasa dikekang. Karena itu, orang tua perlu mencoba untuk memberi anak kesempatan mengambil keputusan kecil dan belajar bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
Biasanya anak akan menjadi lebih terbuka ketika merasa dipercaya, bukan terus diawasi.
2. Menghormati privasi anak
Saat mulai remaja, anak biasanya tidak lagi menceritakan semua hal seperti dulu. Sebagai orang tua, rasa penasaran itu wajar karena ingin memastikan anak tetap aman.
Namun di usia ini, anak juga mulai belajar memiliki ruang dan privasinya sendiri. Hal terpenting bukan memaksa anak terus bercerita, tetapi membangun hubungan yang membuat mereka nyaman untuk terbuka dengan sendirinya.
3. Ajarkan anak bahwa tidak semua hal berjalan sesuai keinginan
Banyak anak remaja merasa dituntut untuk selalu berhasil dalam banyak hal, mulai dari nilai hingga prestasi di luar sekolah. Padahal, hal itu sebenarnya justru membuat anak menyimpan rasa takut gagal dan khawatir menjadi sangat besar.
Akibatnya, kegagalan kecil saja bisa membuat anak down berlebihan. Penting bagi anak untuk belajar bahwa kegagalan adalah hal yang wajar dan bukan akhir dari segalanya.
4. Jangan jadikan nilai sebagai satu-satunya tolak ukur
Untuk seorang anak yang memang kewajibannya menuntut ilmu, urusan sekolah memang nomor satu. Tetapi jangan sampai anak lupa bahwa dirinya tidak hanya hidup di lingkungan sekolah saja. Ia hidup di lingkungan nyata yang lebih luas.
Karena dunia tidak hanya membutuhkan anak yang mampu menjawab soal ujian.
Dunia juga membutuhkan anak yang mampu mengambil keputusan, bisa bertanggung jawab dan tetap punya prinsip saat berada di lingkungan yang berbeda
Akademik penting, tetapi karakter dan iman juga tidak kalah penting.
5.Pastikan anak tumbuh di lingkungan yang tepat
Saat remaja, anak lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Apa yang mereka lihat setiap hari perlahan akan membentuk pola pikir dan kebiasaannya.
Karena itu, banyak orang tua tidak hanya mencari sekolah yang bagus secara akademik, tetapi juga lingkungan yang bisa membantu menjaga karakter dan nilai hidup anak.
Hal-hal seperti disiplin, tanggung jawab, menjaga ibadah, hingga belajar hidup mandiri sebenarnya tidak bisa dibentuk hanya lewat nasihat sesekali. Anak perlu menjalaninya secara langsung dalam keseharian mereka.
Inilah yang menjadi salah satu fokus pembiasaan di Algebra International Islamic Boarding School (Algebra IIBS). Melalui rutinitas harian santri mulai dari ibadah subuh, tahfidz Al-Qurโan, kegiatan akademik, hingga pembiasaan belajar mandiri yang dirancang untuk anak belajar menjalani hidup dengan lebih terarah dan bertanggung jawab.
Karena pada akhirnya, banyak orang tua tidak hanya berharap anaknya sukses secara akademik. Tetapi juga ingin anak tetap memiliki pegangan hidup, karakter yang baik, dan mampu menjaga dirinya saat menghadapi dunia nyata nanti.
Jika Ayah/Bunda mencari lingkungan yang tepat untuk anak, Ayah/Bunda bisa mempertimbangkan Algebra IIBS melalui tautan berikut :
๐ Cek brosur lengkap kami di sini: Brosur PPDB Algebra IIBS
๐ Info pendaftaran santri baru: Formulir PPDB Algebra IIBS
BERITA
Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB
4 min read
Tips Mendidik Anak yang Beranjak Remaja
762
views
23
likes
6
shares