Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi identitas yang membentuk jati diri bangsa. Inilah yang menjadi semangat dalam keikutsertaan peserta dalam ajang pidato bertema Sejarah Tatar Sunda. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai luhur budaya Sunda sekaligus menyampaikan pesan sejarah kepada generasi masa kini.
Menariknya, pidato disampaikan dalam tiga bahasa: Inggris, Arab, dan Sunda. Penggunaan bahasa Inggris menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya Sunda ke kancah internasional. Bahasa Arab memberikan nuansa religius dan intelektual, sementara bahasa Sunda sebagai bahasa daerah memperkuat akar budaya dan kearifan lokal.
Keikutsertaan ini merupakan wujud apresiasi nyata serta upaya dalam melestarikan nilai sejarah dan budaya bangsa. Dengan mengangkat tema Tatar Sunda, peserta tidak hanya berbicara, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan, adat istiadat, serta filosofi kehidupan masyarakat Sunda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin bangga terhadap budayanya sendiri dan mampu menjadi duta yang memperkenalkan kekayaan Indonesia ke dunia.
Yuk, dukung dan apresiasi langkah mereka dalam menjaga warisan budaya bangsa!
Pidato Bahasa Sunda - Khansa Faiza Akbar :
https://www.instagram.com/reel/DX4R7WpPiFa/?igsh=aTAzendiMTFxOGpy
Pidato Bahasa Arab - Muhammad Maulwi :
https://www.instagram.com/reel/DX3_JchPA2P/?igsh=MWRmNTVxdXh6aXBucA==
Pidato Bahasa Inggris - Ahmad Khalifah :
https://www.instagram.com/reel/DX4MRx5PktA/?igsh=ZnM1Z3UyMTExbWdp
Terima kasih.
BERITA
Minggu, 3 Mei 2026 | 14:21 WIB
2 min read
Melestarikan Sejarah Tatar Sunda melalui Pidato Multibahasa
794
views
48
likes
12
shares