Sekolah Dai; Ilmu Bermanfaat Tak Bisa Diperoleh Secara Online

Menjelang penutupan Sekolah Dai Pemberdaya yang diselenggarakan di Pesantren Algebra International Islamic Boarding School (IIBS), Panitia menghadirkan Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani Al-Hasani untuk memberikan pembekalan kepada para Dai. Pembekalan akhir untuk para Dai bertempat di Masjid Agung Harakatul Jannah pada hari Sabtu (05/12/2020).

Dewan Masyayikh Pesantren Algebra IIBS KH. Agus Mulyana dalam sambutan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadirin Syekh Ammar. Beliau mengatakan, bahwa program Sekolah Dai merupakan sinergi kerjasama strategis antara Pesantren Algebra IIBS dan Dompet Dhuafa (DD). Allah membebankan kepada umat Muhammad untuk menjadi penyeru kebaikan, membawa umat manusia menuju kemuliaan Islam. “Mudah-mudahan program ini akan terus berkembang sesuai harapan,” harap beliau.

Syekh Ammar menyampaikan bahwa dakwah memiliki banyak cara dan metodologi. Dakwah juga ditujukan untuk individu maupun kolektif. “Dakwah menjadi kewajiban semua komponen umat Islam,” ucap beliau kepada Dai DD.

Beliau melanjutkan, dakwah selayaknya dilakukan dengan cara yang tepat dan menjunjung kesantunan, sehingga pesan dakwah bisa tersampaikan dengan baik. Sebagaimana yang disampaikan dalam Hadis Nabi, barang siapa melihat kemungkaran maka hendaklah mengubah dengan tangannya (kekuasaan), jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan hati. “Hadis ini secara spesifik memberikan penegasan bahwa setiap komponen memiliki tugas sesuai kemampuan dan kewenangannya,” kata beliau.

Syekh Ammar yang merupakan keturunan Syekh Abdul Qodir Al-jailani melarang para peserta Dai untuk mengambil ilmu dengan cara online, karena ilmu yang bermanfaat diperoleh melalui proses mulazamah, yaitu berinteraksi langsung dengan guru. “Mencari ilmu yang bermanfaat harus dibimbing oleh seorang guru melalui mulazamah berinteraksi langsung dengan ulama atau guru yang kredibel. Al-ilmu nafiun bimulazamatil ulama, menuntut ilmu melalui online dilarang karena kita tidak tahu perilaku ulama online dan juga tidak tahu para pengikutnya,” jelas beliau kepada Peserta Dai DD

Di akhir kajian Syekh Ammar berpesan kepada Dai DD yang akan dikirim ke beberapa pelosok Indonesia, jangan berdakwah dengan hadis dhoif, jangan mencaci individu maupun organisasi, berbicaralah dengan lembut dalam berdakwah, jangan menjatuhkan kepribadian seseorang, berinteraksi dengan baik di tengah objek dakwah, dakwah hendaknya dilakukan secara bertahap, seorang Dai harus tampil dengan penampilan yang indah, ”dengan pembekalan ini, diharapkan para Dai akan semakin bertambah wawasan dan kompetensinya,” tandas beliau.

Selain memberi pembekalan Dai, Syekh Ammar juga memberi mengahafal al-Quran dengan cepat dan mutqin 1 halaman 30 menit serta memberi Ijazah Wirid dan sholawat Al-Qodiri kepada seluruh Dai dan Santri Algebra IIBS. (KaEm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Pesan
Assalammualaikum Selamat Datang , Kami Dari Algebra International Islamic Boarding School Membuka Pendaftaran Calon Santri Tahun Ajaran 2022/2023

untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Dengan Melanjutkan Chat