Dompet Dhuafa Menggandeng Pesantren Algebra IIBS Selenggarakan Sekolah Dai Indonesia

Megamendung | Selasa, 17/11/2020 19:02 WIB | KH KHariri Makmun

Dompet Dhuafa kolaborasi dengan Pesantren Algebra International Islamic Boarding School (IIBS) menyelenggarakan program Sekolah Dai Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dakwah di pedalaman. Pembukaan sekolah Dai Indonesia dilaksanakan di Audotorium Masjid Harakatul Jannah, Ciawi, Bogor, Selasa (17/11/2020)

Sebanyak dua puluh lima peserta didik Sekolah Dai telah tiba di Jakarta pada 16 November 2020. Peserta tersebut merupakan pilihan dari 33 provinsi di Indonesia yang akan menjalani pendidikan selama tiga minggu mendatang di Sekolah Dai Indonesia, kegiatan ini bertempat di Pesantren Algebra IIBS yang berada di kawasan Masjid Agung Harakatul Jannah.

Sekolah Dai didirikan untuk melahirkan dai yang mumpuni secara keilmuan dan menunjang nilai kemanusiaan. Di bawah naungan Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), program Sekolah Dai sudah terlaksana pada Oktober 2019 untuk angkatan pertama yang berlokasi di Depok, pada tahun ini Sekolah Dai memasuki angkatan kedua.

Skema pendidikan dalam program ini berbasis kurikulum yang mencakup Aspek Agama, Personal Development, Model Pemberdayaan Ekonomi dan Pengembangan Keahlian Sesuai Kebutuhan Masyarakat. Sejumlah fasilitas telah disiapkan berupa asrama, akomodasi, dan bebas dari pungutan biaya.

Senior Officer Dakwah Dompet Dhuafa Ahmad Pranggono mengatakan, Pelajar Sekolah Dai juga disebut Mahasantri yang akan menempuh pendidikan selama satu bulan, untuk memadukan antara teori dakwah dan pemberdayaan ekonomi, “kami berharap Sekolah Dai menggembleng para Dai, tidak hanya handal retorika di atas mimbar, tapi juga handal untuk memberikan solusi terhadap hal-hal yang akan ditemukan di tengah-tengah masyarakat, karena para Dai yang dibina oleh Sekolah Dai Dompet Dhuafa disiapkan untuk berdakwah di pedalaman sebagai pemberdaya masyarakat,” ujarnya.  

Para Mahasantri lulusan Sekolah Dai ini nantinya akan ditugaskan untuk berdakwah satu tahun masa pengabdian di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terpencil). “Upaya mendirikan program Sekolah Da’i ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di kawasan yang luput dari perhatian” tutupnya.

Dalam sambutan pembukaan Sekolah Dai Indonesian Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Ahmad Shonhaji menyampaikan, bahwa dalam dakwah era sekarang diperlukan transformasi, “dimana dakwah bukan hanya diatas podium tetapi juga dakwah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Sekolah Dai Pemberdaya didirikan untuk merespon dakwah sesuai kebutuhan masyarakat seperti pemberdayaan pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” tandasnya.

Pimpinan Pesantren Algebra IIBS KH. Khariri Makmun menyatakan, kerjasama antara Dompet Dhuafa dengan Pesantren Algebra merupakan kerjasama strategis antar dua lembaga, “kerjasama ini akan dikembangkan untuk merespon kebutuhan dakwah dimasa mendatang, diharapkan program sekolah Dai Pemberdaya akan menjadi trend pengembangan dakwah di masa kini, mengingat problem yang dihadapi umat semakin komplek dan multidimensional, kita membutuhkan Dai yang responsif dan memahami kebutuhan masyarakat,” harapnya kepada peserta pelatihan. (Cc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Pesan
Assalammualaikum Selamat Datang , Kami Dari Algebra International Islamic Boarding School Membuka Pendaftaran Calon Santri Tahun Ajaran 2022/2023

untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Dengan Melanjutkan Chat