BERITA Senin, 2 November 2026 | 02:33 WIB
3 min read

Peran sekolah dalam pergaulan remaja yang sehat

1 views

Admin Algebra IIBS

Redaksi

Bagikan:
Peran sekolah dalam pergaulan remaja yang sehat - Foto 1
Peran sekolah dalam pergaulan remaja yang sehat
Ketika anak mulai remaja, dunia pertemanannya ikut berubah. Teman bukan lagi sekadar teman bermain, tetapi mulai menjadi tempat berbagi cerita. Bahkan lebih dari itu, teman bisa menjadi orang yang pendapatnya lebih didengar, termasuk ketika anak mulai menentukan pilihan, membentuk kebiasaan, dan melihat dirinya sendiri.

Di sisi lain, orang tua tidak mungkin bisa 100% mengawasi setiap percakapan dan pertemanan anak. Sebagian besar waktu anak justru dihabiskan di sekolah. Karena itu, sekolah menjadi memiliki peran dalam membentuk bagaimana remaja atau murid mereka belajar bergaul.

Bukan berarti sekolah bisa memilihkan teman untuk setiap anak. Tetapi yang lebih penting, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang membantu anak belajar membedakan mana pergaulan yang sehat, bagaimana memperlakukan orang lain, dan apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi masalah dengan teman.

Pergaulan sehat tidak cukup diajarkan lewat nasihat

Nasihat seperti “pilih teman yang baik” tentu penting. Namun, anak tidak akan selalu berada dalam situasi yang sederhana. Bagaimana jika teman mengajak mengejek siswa lain? Bagaimana jika anak takut dianggap tidak solid karena menolak suatu ajakan?Bagaimana ketika terjadi perbedaan pendapat dalam kelompok? Pada situasi seperti inilah adab dan karakter benar-benar diuji.


Anak membutuhkan pengalaman untuk belajar mengatakan tidak, menyampaikan pendapat dengan baik, meminta maaf, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan masalah tanpa merendahkan orang lain. Jadi, pergaulan yang sehat lebih banyak dibentuk melalui kebiasaan daripada sekadar nasihat.

Lingkungan sekolah ikut membentuk kebiasaan

Cara guru berbicara kepada siswa, cara teman memperlakukan satu sama lain, sampai bagaimana sekolah menangani konflik semuanya memberi pesan kepada anak tentang perilaku yang dianggap wajar.

Jika saling menghargai sudah menjadi kebiasaan, anak akan menjadikan itu sebagai contoh. Jika kerja sama sering dilakukan, anak belajar berkomunikasi. Jika konflik didampingi dengan baik, anak mendapat kesempatan belajar menyelesaikan masalah.
Kegiatan sekolah juga bisa menjadi ruang latihan. Kerja kelompok, organisasi, olahraga, kegiatan sosial, maupun aktivitas bersama membuat anak berhadapan dengan karakter teman yang berbeda-beda. Di situlah kemampuan bergaul berkembang.

Ketika lingkungan pendidikan membawa nilai Islam

Bagi keluarga Muslim, pergaulan juga tidak bisa dilepaskan dari adab. Menghormati teman, menjaga ucapan, tidak merendahkan orang lain, dan belajar bertanggung jawab merupakan nilai yang seharusnya tidak berhenti sebagai materi pelajaran agama. Nilai tersebut perlu terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih lingkungan pendidikan untuk remaja. Bukan hanya apa yang diajarkan sekolah, tetapi juga seperti apa kehidupan anak selama berada di dalamnya.

Pada lingkungan boarding school, hal ini menjadi semakin penting karena anak tidak hanya bertemu teman saat jam pelajaran. Mereka hidup dalam lingkungan yang sama, mengikuti kegiatan bersama, belajar mengatur diri, dan berinteraksi dengan lebih banyak orang.

Pergaulan juga menjadi bagian dari proses pendidikan

Di Algebra IIBS, kehidupan santri dirancang bukan hanya untuk mengejar capaian akademik. Kehidupan bersama di lingkungan boarding school menjadi bagian dari proses anak belajar mandiri, berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Nilai Al-Qur’an menjadi landasan, sementara berbagai kegiatan santri memberi ruang untuk mempraktikkannya dalam keseharian. Tentu, tidak ada lingkungan yang membuat anak terbebas dari perbedaan atau persoalan pertemanan. Justru dari situlah anak belajar menghadapi kehidupan nyata dengan bekal yang lebih baik.

Lingkungan yang baik bukan yang membuat anak tidak pernah menghadapi masalah, tetapi yang membantu anak belajar menyikapinya dengan benar. Karena itu, ketika Ayah/Bunda menilai sebuah sekolah, perhatikan juga bagaimana anak akan tumbuh bersama teman-temannya, bukan hanya apa yang akan dipelajarinya di kelas.

Cari tahu lebih lanjut bagaimana Algebra IIBS mendampingi tumbuh kembang santri.